Halo, semua! Setelah sekian lama bahasan kita seputar makanan, kita sekarang sedikit beranjak ke kategori skin care. Kali ini, aku akan bahas beberapa produk skin care yang aku pakai, termasuk efek setelah pakainya. Yuk, lanjutin baca!
Disclaimer : kondisi kulit wajah aku mayoritas berminyak di bagian T (dahi, hidung, dagu) ditambah bagian pipi dekat hidung. Selain itu aku mudah berjerawat bila stress, makan terlalu banyak produk kacang, dan pedas. Aku mau kasih catatan di sini bahwa kulit setiap orang berbeda dan ini aku review berdasarkan pengalaman dan kondisi kulit aku secara jujur. Pastikan kamu mengetahui produk tertentu dengan baik, sesuai dengan kondisi kulit kamu, bukan karena ikut-ikutan trend.
Skin care yang aku pakai hingga saat ini ada beberapa macam. Salah sekiannya, yaitu produk-produk dari Himalaya Herbals, The Body Shop, dan Innisfree. Produk-produk ini tentunya produk yang sebenarnya telah banyak orang review, tapi ingat, prinsip dari skin care products adalah COCOK COCOKAN. Oleh karena itu, langsung aja yuk aku bahas skin care berikut dari sisi pemakaian aku selama ini.
Purifying Neem Face Wash – Normal to Oily by Himalaya Herbals
Sejujurnya, aku mencoba produk sabun wajah ini karena terpengaruh dari media sosial. Banyak YouTuber yang nge-review produk-produk dari Himalaya Herbals ini. Himalaya Herbals ini banyak banget produknya, mulai dari sabun wajah, scrub wajah, day cream, shampoo, lip balm, dan sebagainya. Nah, karena kebetulan waktu beli produk ini aku tergoda banget (memang ya media social effect ini sangat luar biasa…) untuk mencoba hanya sabun wajahnya. Sabun wajahnya ini katanya ampuh untuk jerawat dan bagus untuk melembabkan. Yaudah deh, waktu ke supermarket, aku beli produk ini.


Untuk pemakaiannya, cukup tuangkan sabun muka ini pada telapak tangan, kemudian usap pada muka dan pijat sebentar. Basuh dengan air hingga bersih.
Waktu pertama pakai sabun muka ini, aku sangat excited karena hendak memakai produk yang sering di-review YouTuber (maap alay ya gaess…). Pas dibuka, wanginya tuh seger banget. Aroma herbal dan wanginya tuh aku sukaaaa! Entah menurut aku saja, atau memang aromanya tuh seperti minuman soda sprite.
Sabun muka ini bentuknya gel, trus saat dipakai di muka tuh licin gitu. Nah, yang aku suka banget dari after effect sabun ini adalah efek licinnya. Efek licin maksudnya bukan karena ga bersih bilasnya ya. Menurut pengalaman aku, ada jenis sabun muka yang setelah penggunaan itu, muka akan keset banget; dan ada juga jenis sabun muka yang licin-licin gitu. Sabun muka yang aku review ini merupakan jenis sabun muka yang licin.
Menurut dokter kulit yang pernah menangani aku, jenis sabun muka yang licin ini akan lebih melembabkan wajah karena emang tujuannya hydrating. Dan memang betul, jenis sabun muka yang hasilnya licin ini hasilnya akan lebih bersih, kenyal, dan lembab gitu. Sedangkan, sabun muka yang after effect-nya keset, bertujuan untuk deep cleansing, exfoliating, maupun mengurangi sebum.
Kenapa sih produk ini bagus? Produk ini mengandung 2 bahan herbal, yakni Neem dan Kunyit (Turmeric). Neem sendiri adalah jenis herbal yang sering digunakan sebagai obat-obatan, khususnya untuk meredakan luka, iritasi kulit, hingga detoksifikasi tubuh. Dalam dunia skin care, neem dikenal untuk membersihkan dan zat antibakteri sehingga mencegah hal yang diakibatkan oleh bakteri, contohnya jerawat. Dikombinasikan dengan kunyit, yang bagus untuk mencegah timbulnya jerawat akibat peradangan komedo atau akibat bakteri.
Nah, untuk hasil setelah pemakaian produk ini dalam skala harian, muka aku terasa lebih bersih, segar (mungkin karena aromanya itu sih, aku suka banget!), dan lembap. Pemakaian dalam skala yang lebih lama (anggap sampai 1 botol 100 ml habis), muka jadi lebih jarang jerawatan (tapi masih ada), lebih ke efek segar dan lembapnya sih. Sebenarnya, untuk efek bebas jerawatnya masih belum se-pooolllll itu, karena kan jerawat juga bisa dipicu oleh faktor stres dan makanan, so this product will be recommended for its moisturizing and freshness effect.
Drop of Youth – Youth Liquid Peel by The Body Shop
Produk yang launching di 2016 ini sudah menjadi produk favorit banyak orang. Bagaimana tidak? Drop of Youth ini merupakan produk yang sejak pemakaian pertama saja sudah ada efeknya, apalagi kalau dipakai jangka panjang. Lagi-lagi tergoda akan iklan di Instagram @thebodyshopindo dan juga pernah cobain sampel dari produk Drop of Youth ini (waktu itu aku dapat sampel sleeping mask-nya), langsung aku mampir ke The Body Shop yang ada di Grand Indonesia.


Tekstur exfoliator ini adalah gel putih gitu, di mana di dalamnya mengandung essence 3 sel tanaman, yaitu edelweiss dari Pegunungan Italia, tanaman sea holly (Eryngium) dan tanaman criste marine dari Pesisir Brittany di Perancis. Gunanya untuk membersihkan residu polutan dan mengangkat sel kulit mati.
Aku pakai ini setelah cuci muka, karena sejujurnya dan sepengalaman aku, sabun cuci muka ternyata ga sebersih itu. Mungkin harus pakai 2 kali baru lebih bersih, eventhough sebaiknya pakai cleansing oil / milk cleanser / micellar water / make up remover dulu sebelum cuci muka. But, dengan launchingnya produk inovatif ini pastinya akan lebih mengangkat residu polutan dan mengangkat sel kulit mati tanpa harus mengikis kulit secara berlebihan.
Nah waktu aku pakai ini (tentunya setelah muka dicuci ya), kulitku lagi agak kusam gitu. Aku pakai 2-3 kali pompa untuk exfoliator ini, kemudian langsung diratakan ke seluruh wajah dan leher. Setelah itu, aku usap-usap sampai terbentuk residu sel kulit mati putih-putih seperti ini.

Yang aku senang dari produk ini adalah setelah pemakaian, mukaku terlihat lebih glowing, lebih cerah, lembut (banget!), dan kenyal gitu. I can’t describe more about this product’s perfection for the after use effect, just try it by yourself ! Sejujurnya, dengan 2-3 kali pompa produk ini, di muka dan leher aku kurang merata atau bisa dibilang kurang kena ke seluruh wajah karna gelnya cepat banget meresap ke kulitnya.
Tapi menurut aku, agar bisa lebih ngerti kenapa 2 kali pompa saja cukup, kamu boleh banget cek di instagramnya The Body Shop buat lihat metode butterfly. Metode butterfly ini adalah metode usapan dan urutan pemakaian, mulai dari daerah T (dahi, hidung, atas bibir, dan dagu), kemudian daerah pipi atas – gerak memutar keatas, dan daerah pipi bawah – gerak memutar kebawah, kemudian dilanjutkan dengan daerah leher. Mungkin dengan metode ini, akan lebih merata untuk 2 kali pompa sesuai anjurannya. Sebagai saran tambahan, jangan pake di ruang ber-ac atau yang ada angin-anginannya, biar pas kamu pakai, ga cepet kering dan masih bisa digosok-gosok ke seluruh wajah.
Black Green Tea – Face Gel Mask by Innisfree
Salah satu produk andalan dari Innisfree ini berfungsi sebagai masker bilas (wash off mask) yang pastinya mantap buat dicoba. Proses fermentasi dan pematangan dari black green tea nya menghasilkan asam galat (asam organik yang banyak ditemui pada tanaman) yang memberikan efek antioksidan dan menjadikan kulit lebih segar. Selain itu, produk ini juga menghilangkan sel kulit mati yang berlebih setelah pembilasan sehingga kulit kita akan lebih bersih dan lembut.


Well, pas cobain produk ini, aku bingung kena ada potongan kecil daun teh hijau ini. But still, ini yang menjadikan produk ini cukup unik. Potongan kecil daun teh hijau ini bukanlah scrub, melainkan untuk menjaga kealamian dari produk ini sendiri dengan kandungan teh hijau.
Produk ini tuh modelnya gel, bukan pasta atau clay, jadinya lebih licin dan enak buat diratakan pada seluruh wajah. Awalnya terasa hangat dan semakin lama semakin kencang gitu. Aku sendiri ngerasa kayak produknya meresap gitu. Setelah dibilas, betul memang, hasilnya memang terasa bersih, kenyal, dan segar banget. Produknya masih ada sedikit aroma teh, tetapi tidak signifikan. Jadi, tidak perlu khawatir ada aroma mengganggu saat dipakai.
~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~
In general, aku suka dengan produk yang aku review kali ini karena produk-produk tersebut sangat ringan di aku. Maksudnya, setiap pemakaian produk tersebut, tidak ada keluhan iritasi, perih, muncul hal oposisi (seperti berjerawat, merah, dan sebagainya). But back to the principal of all skin care products, tentunya aku akan ingatkan bahwa produk skincare itu cocok-cocokan.
Bisa jadi di aku sangat cocok, di orang A iritasi, di orang B muncul jerawat, di orang C cocok tetapi butuh pemakaian jangka panjang. Oleh karena itu, setiap skin care harus disesuaikan dengan jenis kulit (berminyak, berjerawat, kombinasi, kulit kering, dan sebagainya) maupun untuk kebutuhan kulit (untuk mencerahkan, menutrisi, menenangkan, menghaluskan, mengatasi kerutan, menghidrasi, dan sebagainya). Jangan sampai karena penasaran atau akibat pengaruh media sosial, kamu jadi cobain yang ga sesuai dengan kondisi kulit kamu. Bahaya nantinya.
Nah, sekian dulu nih review dari bagian rutinitas “maskeran malem-malem” aku. 3 produk tersebut boleh banget kalian coba dan tentunya mudah didapatkan di berbagai store offline maupun online. Kalau semisalnya ada pertanyaan, pendapat, atau request, boleh banget tulis di bagian komentar, email ke aku di nikolausgreaty@gmail.com, atau DM instagram aku di @sharewithniko. Nantikan review bagian selanjutnya di beberapa waktu ke depan ya!
Cheers!